Yuk, Kita Intip Baju Adat Bali

Jual Stagen Ibu Melahirkan / Stagen Panjang Super Jagung Pisang Stagen Melahirkan 5 meter Indonesia|Shopee Indonesia
source gambar : shopee.co.id

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa pada masing-masing daerah di Indonesia itu memiliki pakaian adat tersendiri. Begitu juga dengan baju Bali atau pakaian adat Bali yang mempunyai ciri khas tersendiri.

Nah, untuk mengenal lebih jauh lagi seputar pakaian adat bali, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Pakaian Untuk Pria

1. Udeng

Udeng merupakan sebuah kain yang menutupi area kepala dan terdiri dari dua sisi, yakni sisi ujung kanan dan kiri. Ya, kedua sisi tersebut akan saling bertemu.

Dalam kepercayaan masyarakat Bali, pertemuan antar sisi di Udeng ini menjadi symbol pertemuan negative dan positif yang nantinya akan menjadi netral. Adapun mengenai tiga jenis udeng yang umum digunakan seperti berikut:

  • Udeng Jejateran : Biasa dipakai ke kuil dan kegiatan sosial
  • Udeng Kepak Dara : Umumnya digunakan oleh kalangan bangsawan atau raja
  • Udeng Beblatukan : Hanya boleh dipakai oleh para petinggi atau pemimpin agama.

2. Baju bali

Pria Bali biasa menggunakan kemeja yang berwarna putih saat hendak pergi ke pura atau kegiatan sembahyang. Pasalnya, warna puth dianggap sebagai symbol kesucian. Sedangkan warna hitam digunakan untuk menghadiri upacara ngaben atau upacara kematian sebagai tanda berkabung.

3. Kamben

Kamben adalah sebuah kain berukuran panjang yang menutupi area pinging hingga kaki. Mengenai penggunaanya, kamben ini akan dililitkan pada sisi kiri ke kanan yang melambangkan anak laki-laki sebagai pemegang dharma (kebenaran).

Sebagian kain bawahnya akan ditinggikan di atas mata kaki, yang menjadi symbol bahwa pria harus bisa melangkah lebih jauh karena memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding wanita. Adapun ujung kain bagian tengahnya yang harus menyentuh tanah, karena dilambangkan sebagai kejantanan.

Pakaian Untuk Wanita

1. Baju

Pakaian adat Bali untuk Wanita disebut kebaya yang mengusung warna putih, karena dianggap sebagai symbol kesucian. Sementara kebaya yang berwarna hitam umumnya digunakan untuk menghadiri acara ngaben atau upacara kematian sebagai symbol brkabung.

2. Kamben

Tak berbeda jauh dengan kambennya para pria, dimana kamben untuk wanita juga digunakan untuk kegiatan yang sama. Namun, yang membedakan antara kamben pria dengan wanita itu terdapat pada cara melilitnya.

Apabila kamben pria dililitkan dari arah kiri ke kanan, maka kamben wanita akan dililitkan dari arah kanan ke kiri. Untuk maknanya, kamben yang digunakan oleh wanita disimbolkan sebagai penyeimbang kekuatan para pria. Dengan kata lain, para wanita harus menjaga pria dalam menjalankan kebenaran atau dhramanya.

3. Stagen

Setelah menggunakan kamben, biasanya akan diikuti dengan penggunaan stagen atau bulang. Stagen tersebut dijadikan simbol sebagai rahim dan digunakan untuk mempertahankan emosi. Jika semuanya sudah digunakan, maka wanita Bali akan menggunakan selendang yang diikatkan pada pinggang.

Keberadaan ikat pinggang dari selendang ini disimbolkan sebagai badan yang sudah terbagi menjadi dua bagian, yakni Manusa Angga dan Butha Angga.

4. Gaya Rambut

Setidadknya ada tiga jenis gaya rambut yang biasa diaplikasikan pada wanita Bali. Untuk wanita yang belum menikah, maka mereka akan menerapkan gaya rambut setengah lipat dan setengahnya lagi dibiarkan tergerai.

Bagi wanita yang sudah menikah, maka gaya rambutnya akan dilipat sepenuhnya sebagai simbol bahwa ia sudah terikat pernikahan. Sulinggih atau wanita yang sudah suci akan memaka gaya rambut berbentuk kupu-kupu dan dihiasi oeh bunga cempaka berwarna kuning.