Ini Cara Menawarkan Produk untuk Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

Perkembangan teknologi memaksa para perusahaan untuk terus berkembang, salah satunya melalui transformasi digital. Transformasi digital telah membawa berbagai dampak positif untuk berbagai aspek kehidupan, terutama pada bisnis. 

Alhasil, para pelaku bisnis bisa membuat dan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini menjadi suatu kesuksesan besar, karena transformasi digital yang diterapkan mampu menghasilkan omzet yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui teknik bagaimana cara menawarkan produk yang baik agar produk Anda dapat diterima oleh pelanggan. Penasaran? Silahkan simak pembahasan berikut ini, ya!

5 Tahapan Menawaran Produk

1. Brand Identity

Tahap awal, kenali brand dengan sebaik baiknya, Anda akan melewati Brand Awareness, yaitu bagaimana pelanggan akan mengingat Brand yang ditawarkan. 

Termasuk identitas brand yang merupakan cara orang dalam mengenal sebuah brand. Pada umumnya, identitas brand terdiri dari nama, logo, slogan atau keuntungan yang ditawarkan oleh brand baik rasa, aroma, atau kualitas suatu barang. 

Setelah berhasil membangun Brand Awareness, Hal ini akan memudahkan dan meningkatkan daya beli konsumen terhadap produk Anda.

2. Highlight Benefit Produk, Tidak Hanya Fitur

Pelanggan akan lebih tertarik apa yang akan mereka dapatkan dari suatu produk dibandingkan dengan apa yang melekat pada produk tersebut. Sederhananya, pelanggan lebih mencari benefit produk daripada fitur produk. 

Maka dari itu Anda perlu mengidentifikasi apa yang diinginkan konsumen serta menjalaskan manfaat yang akan didapatkan jika menggunakan produk tersebut. Terutama bagaimana produk Anda dapat membantu pelanggan menyelesaikan masalahnya. Pelanggan tidak akan membeli produk jika tidak ada manfaat bagi dirinya.

3. Identifikasi Permasalahan Pelanggan

Pahami dan dengarkan permasalahan pelanggan sebelum menawarkan produk, Anda bisa memahami dengan baik masalah apa yang sebetulnya dihadapi. 

Setelah itu, apakah produk Anda memberikan solusi? Apakah solusi tersebut berhasil mengatasi keluhan pelanggan? Apabila berhasil, Anda bisa kembali menggunakan solusi tersebut untuk menangani keluhan yang kali ini disampaikan pelanggan. 

Itu akan menjadi peluang bagi bisnis Anda untuk pengembangan bisnis dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

4. Lakukan Follow-up

Aktivitas follow up membuat Anda lebih mudah untuk menawarkan produk, memastikan kepada konsumen apakah sudah tahu mengenai informasi yang Anda sampaikan mencakup produk pada Brand Anda. 

Saat menawarkan produk gunakanlah kalimat yang sopan dan tidak bertele-tele. Terkadang banyak konsumen yang tidak mau basa-basi. Sebaiknya, Anda langsung bicarakan intinya.

5. Tawarkan Promo

Menerapkan strategi promosi ataupun diskon adalah salah satu cara yang paling efektif ketika menawarkan produk. Namun, jika Anda melakukan promosi terlalu sering, itu akan memberikan image jelek terhadap bisnis Anda. 

Bisnis Anda akan memiliki image “Bisnis Diskonan”, sehingga pelanggan akan lebih sering datang ketika sedang mengadakan promo saja. 

Selain itu, konsumen akan ragu akan kualitas produk Anda. Konsumen akan bertanya-tanya. “Sebenarnya apa sih yang membuat produk Brand A melakukan diskon secara terus-menerus?” 

Jika hal tersebut terjadi, Anda perlu belajar lagi bagaimana strategi pemasaran yang efektif dalam perdagangan digital. Belajar bisnis online bisa menjadi salah satu langkah yang Anda ambil agar produk yang Anda tawarkan diminati oleh para konsumen sampai ketahap pembelian.

Tantangan dalam Menawarkan Produk

1. Pelanggan Belum Tentu Melakukan Transaksi

Calon pembeli tersebut belum tentu mau tertarik dengan produk/jasa jika Anda kurang optimal saat memberikan penawaran. Anda kemungkinan hanya membuat mereka “penasaran” sehingga pelanggan tidak melanjutkan sampai ke tahap transaksi. 

Solusinya, Anda berikan penawaran produk yang semaksimal mungkin dengan lebih emosional (menyentuh perasaan calon pembeli). Karena, menyampaikan suatu produk akan lebih optimal jika menggunakan pendekatan emosional daripada pendekatan secara fungsional. 

2. Pemilihan Waktu

Pemilihan waktu yang tepat akan berpengaruh juga untuk bisnis Anda. Anda harus mengetahui kapan konsumen membutuhkan suatu produk. 

Misalnya, Anda menawarkan produk makanan seperti parsel atau kue keranjang, maka timing yang tepat adalah saat perayaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Imlek, dan Tahun Baru. 

Karena banyak orang yang membutuhkan produk tersebut untuk saling bertukar bingkisan untuk merayakan perayaan tersebut. 

3. Sulit untuk Membangun “Trust” 

Jika seorang penjual kurang dipercaya oleh calon pembeli, sulit untuk bisa menghasilkan penjualan. Bisa saja dia tidak dipercaya karena mungkin penampilannya yang kurang meyakinkan, atau bisa juga karena levelnya dianggap kurang memadai atau tidak sekelas dengan calon konsumennya. 

Karena itu, salah satu solusinya adalah penjual tersebut bisa menampilkan testimoni pada social medianya. Hal ini secara otomatis akan berpengaruh pada pola pikir dan emosi calon konsumen atau orang yang baru akan mencoba produk tersebut.

Selain itu, pelanggan mengharapkan pengalaman yang baik di semua aspek perusahaan, untuk itu perusahaan harus memastikan interaksi mereka berjalan lancar dengan pelanggan. 

Salah satu dalam menunjang hal tersebut adalah transformasi digital yang perusahaan dapat manfaatkan dalam kemudahan akses internet untuk berinteraksi dengan pelanggan.