3 Strategi dan Metode Penilaian Persediaan Barang Dagang

Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan objek yang mereka jual, yaitu perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Perusahaan jasa menawarkan jasa atau layanan tertentu kepada konsumen. Sementara itu, perusahaan dagang menawarkan barang dagang berupa produk barang untuk dibeli para konsumen. Dalam terminologi perusahaan dagang, persediaan atau stok berbagai produk barang disebut sebagai persediaan barang dagang, biasanya disimpan dalam gudang atau tempat penyimpanan perusahaan.

Setiap persediaan barang dagang akan dikelola oleh perusahaan untuk kemudian dijual dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui mengenai persediaan barang dagang. Berikut penjelasannya!

Pengertian Persediaan Barang Dagang

Persediaan barang dagang dapat diartikan sebagai persediaan berbagai produk yang ditujukan untuk dijual dari suatu perusahaan. Persediaan barang dagang atau dikenal dengan istilah Merchandise Inventory adalah produk-produk berupa barang yang dikelola oleh pemilik usaha dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan. Namun, tidak semua barang bisa dikategorikan sebagai persediaan barang dagang.

Produk berupa barang yang termasuk dalam kategori inventory dagang adalah jenis produk yang memberikan profit terhadap perusahaan. Stok barang dagang bisa dikategorikan sebagai aktiva dari suatu perusahaan karena dapat dijual untuk memperoleh harta berupa kas atau uang tunai. Barang yang digunakan sebagai alat operasional perusahaan seperti motor dan mobil perusahaan tidak bisa dikategorikan sebagai stok barang dagang.

Manfaat Mengelola Persediaan Barang Dagang

Stok barang dagang adalah hal yang harus dikelola karena termasuk sebagai salah satu aktiva perusahaan. Proses pengelolaan stok barang dagang dapat dilakukan dengan melakukan pencatatan dan pengaturan persediaannya, dengan melakukan pendataan keluar masuknya barang yang mempengaruhi jumlah dari stok barang dagang tersebut.

Berikut adalah manfaat yang didapatkan oleh perusahaan apabila melakukan pengelolaan persediaan barang dagang dengan efektif dan efisien, diantaranya adalah:

1. Pemeriksaan Stok Lebih Mudah

Dengan melakukan pengelolaan persediaan barang dagang, pemeriksaan stok akan lebih mudah dilakukan. Mengapa demikian? Perusahaan akan memeriksa jumlah stok barang yang disimpan berdasarkan pengkategorian khusus barang dagang. Sehingga nantinya akan mudah pula untuk menentukan jumlah barang yang akan dijual.

2. Mengatur Strategi Penjualan Barang

Pencatatan dan pengaturan barang dapat mengurangi adanya risiko jika terjadi lonjakan permintaan dari konsumen. Dengan begitu, perusahaan akan dimudahkan dalam mengelompokkan jenis-jenis barang dagang dan jumlah persediaannya. Sehingga perusahaan dapat menjadi tahu apa dan bagaimana strategi penjualan terhadap persediaan barang dagang tersebut.

3. Mengatur Alur Keluar Masuk Barang

Dengan mencatat dan mengatur barang dagang, perusahaan dapat membuat pola alur keluar masuk barang. Perusahaan dapat mengatur arus keluar masuk barang secara efisien sehingga tidak ada penumpukan barang. Hal ini juga bertujuan untuk menjual barang dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Pada umumnya, terdapat dua metode pencatatan stok barang dagang. Kedua metode tersebut melakukan pencatatan pada saat dilakukan transaksi atau tidak. Berikut penjelasan dari kedua metode tersebut.

1. Metode Perpetual

Metode perpetual dilakukan dengan mencatat stok barang dagang saat terjadi transaksi penjualan. Artinya, pencatatan persediaan akan dicatat pada saat penjualan karena menyebabkan perubahan stok barang dagang. Pencatatan metode perpetual biasanya dilakukan untuk beberapa barang dagang dengan nilai jual tinggi, seperti kendaraan, elektronik, dan barang lainnya.

2. Metode Periodik

Metode periodik tidak mencatat persediaan barang saat transaksi penjualan. Pencatatan persediaan dengan metode ini dilakukan di akhir periode penjualan dengan mengecek secara langsung persediaan barang atau stock opname. Namun, perlu diingat transaksi penjualan tetap dicatat meski persediaan barang dagang tidak langsung dicatat pada saat transaksi.

Strategi Manajemen Persediaan Barang Dagang

Strategi penjualan suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap stok barang dagang. Mengapa begitu? Ya, karena strategi penjualan dapat digunakan untuk mengatur dan mengelola stok barang dagang. Jadi, keduanya akan berkaitan erat satu sama lain.

Berikut adalah beberapa strategi manajemen stok barang dagang yang lazim dilakukan oleh perusahaan.

1. Bath stock

Bath stock atau lot size inventory adalah salah satu strategi dengan menyiapkan stok barang dagang yang melebihi kebutuhan saat ini. Artinya, barang dagang yang disiapkan telah memenuhi kebutuhan saat ini. Biasanya perusahaan akan memberikan potongan harga terhadap konsumen yang membeli barang dalam jumlah besar apabila menerapkan bath stock.

2. Fluctuation Stock

Stok fluktuasi atau fluctuation stock adalah strategi stok barang dagang dengan membeli barang dagang untuk menghadapi kemungkinan terjadi perubahan permintaan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang sulit diprediksi. Biasanya, perusahaan menerapkan strategi ini untuk berjaga-jaga dari kerugian karena tidak bisa memenuhi permintaan tinggi dari konsumen.

3. Anticipation Stock

Hampir sama dengan stok fluktuasi, stok antisipasi atau anticipation stock dilakukan untuk menghadapi lonjakan permintaan. Perubahan permintaan tentunya sudah diperkirakan terlebih dulu. Jadi, jumlah stok barang dalam stok antisipasi bisa disiapkan berdasarkan pola pasar terhadap barang suatu perusahaan.

Metode Penilaian Persediaan Barang Dagang

Metode penilaian persediaan dilakukan untuk menyiasati kondisi barang. Maksudnya adalah, sifat barang yang beragam, misalnya barang yang mudah basi, mudah mengalami kerusakan, dan sifat lainnya.

Metode penilaian dilakukan untuk melakukan pertimbangan terhadap perbedaan tersebut. Dengan begitu perusahaan akan bisa melakukan analisis terhadap persediaan barang untuk menghindari kerugian. Metode-metodenya adalah sebagai berikut.

1. First In, First Out (FIFO)

Sesuai artinya, FIFO adalah metode dimana persediaan barang yang pertama kali masuk adalah yang pertama kali keluar terlebih dahulu. Artinya, barang yang dikeluarkan dari persediaan barang dagang adalah barang yang masuk lebih dulu untuk dijual. Metode ini biasanya cocok untuk digunakan barang yang memiliki fluktuasi permintaan tinggi seperti makanan dan bahan pokok lainnya.

2. Last in, First Out (LIFO)

Lain hal dengan FIFO, metode LIFO menganggap persediaan barang yang pertama kali dikeluarkan adalah barang yang terakhir masuk. Artinya, barang yang baru saja disimpan dalam persediaan barang maka akan jadi barang pertama yang akan dijual kepada konsumen. Metode ini dilakukan pada saat barang mengalami permintaan tinggi dari konsumen dari sifat barang tersebut, seperti warna, bentuk, dan model.

3. Metode Average

Metode average atau rata-rata adalah metode yang membagi antara barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah unit yang tersedia. Artinya, barang yang dijual adalah barang yang disesuaikan dengan jumlah yang ada. Metode average adalah titik tengah dari dua metode sebelumnya, FIFO dan LIFO.

Kesimpulan

Persediaan barang dagang dapat diartikan sebagai persediaan berbagai barang yang ditujukan untuk dijual dari suatu perusahaan. Stok barang dagang adalah produk-produk berupa barang yang dikelola oleh pemilik usaha dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.

Terdapat dua metode yang dilakukan untuk melakukan pencatatan persediaan barang dagang, yaitu metode perpetual dan metode periodik. Sementara itu pula, terdapat tiga metode dalam melakukan penilaian barang dagang untuk menentukan barang yang akan dijual, yaitu FIFO, LIFO, dan Average.

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat salah pencatatan persediaan atau keuangan, Anda sebaiknya mengunakan aplikasi stok barang android yang terintegrasi seperti JURNAL.

Software ERP yang sudah terintegrasi dengan fitur persediaan barang ini membantu Anda menghasilkan laporan inventaris, pelacakan otomatis dan mengidentifikasi unit yang mengalami peningkatan. Sistem ini membantu pengelolaan persediaan di setiap toko dan gudang.

Fitur Inventory Management di JURNAL memudahkan Anda melacak tingkat dan nilai persediaan setiap hari dengan menggunakan metode biaya rata-rata. Fitur Quantity Minimum akan memberikan warning kepada Anda apabila persediaan fisik sudah berada pada jumlah di bawah Qty Min yang sudah disetting.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang software JURNAL yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan kendala apa yang Anda hadapi kepada konsultan ahli Jurnal. Gratis!