Keputusan Keuangan Jangka Panjang
Keputusan investasi aktiva lancar secara prinsip adalah sama dengan keputusan keuangan jangka panjang, seperti keputusan anggaran permodalan dan capital structure, struktur modal, dalam hal keputusan dibuat berdasarkan kerangka trade-off antara risiko dan keuntungan. Kebijakan keuangan yang menyangkut pengelolaan aktiva lancar terdiri atas dua keputusan dasar (Brigham, Gapenski, Daves, 1999):
-
Tingkat investasi pada aktiva lancar, dan
-
Bagaimana perusahaan mendanai aktiva lancar tersebut.
Ada 3 alternatif kebijakan keuangan perusahaan menyangkut jumlah aktiva lancar yang harus ada pada perusahaan yakni:
-
Kebijakan longgar (relaxed policy)
-
Kebijakan ketat (restricted policy)
-
Kebijakan moderat (moderate policy)
Relaxed policy adalah kebijakan menetapkan jumlah aktiva lancar pada tingkat tinggi. Restricted policy merupakan kebalikan dari relaxed policy, menetapkan aktiva lancar pada tingkat rendah. Moderate policy berada diantara relaxed dan restricted policy. Misalnya pada tingkat penjualan sebesar 1 milyar, relaxed policy mempunyai target aktiva lancar 300 juta, moderate policy menargetkan aktiva lancar 230 juta dan restricted policy mungkin menargetkan aktiva alncar hanya sebesar 160 juta.
Jika dikaitkan dengan cash conversion cycle, relaxed investment policy cenderung meningkatkan persediaan dan piutang, memperpanjang inventory conversion period dan receivables conversion period, yang akhirnya akan memperpanjang cash conversion period. Sebaiknya restricted investment policy akan memberikan cash conversion cycle yang Iebih pendek.
Pada umumnya, keputusan tentang tingkat investasi pada aktiva lancar meliputi pertimbangan trade-off antara risiko dan keuntungan. Relaxed policy akan meminimumkan risiko, tetapi tingkat keuntungan juga ikut menurun karena dana yang terikat pada aktiva lancar cukup tinggi. Restricted policy menawarkan tingkat keuntungan yang tinggi karena jumlah dana yang terikat pada aktiva lancar sedikit, namun risikonya juga tinggi.
